Wednesday, November 28, 2018



STIFIn

      Dalam sesi ratusan Kubik & Consultancy melakukan penggemblengan terhadap para peserta training melalui konsep STIFIn terlihat cukup efektif karena memudahkan. Banyak para peserta menemukan “karpet merah” kesuksesannya dengan mudah, nyaman, cepat, menyenangkan, dan yang terpenting adalah menjadi dirinya sendiri. 

STIFIn adalah suatu konsep ilmu yang memetakan manusia berdasarkan system operasi otaknya. Dari berbagai teori yang ada, STIFIn membaginya menjadi lima bagian. Yang pertama sensing, thinking, intuiting, feeling, dan insting. Dalam konsep STIFIn kelima hal itu tergolong Mesin Kecerdasan (MK). Disini kita bisa melihat bahwa ternyata STIFIn merupakan singkatan dari kelima mesin kecerdasan tersebut.

Strata Genetik
Strata genetic adalah tingkatan faktor genetik yang ada pada diri manusia. Jika diurut dari strata tertinggi, maka tingkatannya sebagai berikut :
1. Gender (pria dan wanita)
2. Mesin kecerdasan (sensing, thinking, intuiting, feeling, & insting)
3. Drive (introvert & extrovert)
4. Kapasitas otak (kaitannya dengan IQ)
5. Golongan darah (A,O,AB,B)


Dengan memahami tingkatan strata genetik diatas, maka program pembinaan diri akan lebih optimal jika dilakukan di strata yang lebih tinggi, maka semakin terasa dampaknya. Misalnya dalam hal diet teori golongan darah telah mengeluarkan tips diet sesuai golongan darah. Namun jika diet dilakukan di level mesin kecerdasan dan gender, Dampak diet di strata genetik yang lebih tinggi dan akan lebih berhasil.

kekuatan konsep STIFIn
• Simple
• Akurat
• Aplikatif


Kenapa STIFIn simple ?? STIFIn hanya mengelompokkan dalam 5 mesin kecerdasan dan 9 personality genetik. Konsep STIFIn bersifat multy angle theory, artinya STIFIn dapat dipakai untuk menjelaskan teori kecerdasan dan personality dari disiplin ilmu yang lain.

Konsep STIFIn juga digunakan untuk praktik penggemblengan diri dengan prinsip FOKUS-SATU-HEBAT. STIFIn lebih mampu menjelaskan realitas otak dalam keseharian, itulah mengapa STIFIn menganut kecerdasan tunggal. Setiap orang memang memiliki seluruh otak, namun hanya ada satu yang memimpin.

Kok bisa akurat ? STIFIn menguraikan cara kerja otak berdasarkan sistem operasinya, bukan kapasitas hardwarenya. STIFIn menggunakan sistem operasi yang berbicara tentang jenis watak kecerdasan. Tiap jenis kecerdasan punya wataknya masing-masing. Jenis watak kecerdasan itulah yang kemudian disebut sebagai Mesin Kecerdasan (MK). STIFIn memetakan otak BUKAN berdasarkan BESAR VOLUME BELAHAN OTAK, melainkan berdasarkan BELAHAN OTAK YANG KERAP DIGUNAKAN. Itulah yang disebut SISTEM OPERASI.

STIFIn aplikatif loh !! seperti yang tadi sudah dijelaskan pertama bahwa STIFIn yang bercirikan multy angle field, artinya STIFIn dapat dipakai untuk menjelaskan bidang apa saja. STIFIn dapat diaplikasikan pada bidang parenting, learning, profession, couple, politic, human resources, treatment ABK (Anak Berkebutuhan Khusus), dll

Teori STIFIn dari 3 tokoh
CG Jung (sensing, thinking, intuition,feeling)
Ned Herrmann (limbic kiri, neokorteks kiri, limbic kanan, neokorteks kanan)
Paul MacLean (otak mamalia,insani,reptil)
Jika dikategorikan dari ketiga tokoh tersebut, STIFIn mengkategorikannya
Sensing = limbic kiri (otak mamalia)
Thinking = neokorteks kiri (otak insani)
Intuition = neokorteks kanan (otak insani)
Feeling = limbic kanan (otak mamalia)
Insting = Cerebellum (otak reptil)


STIFIn sebagai alat tes
STIFIn hanya menjawab 2 pertanyaan. Yaitu mengenai belahan otak yang dominan dan lapisan otak yang lebih aktif. Namun dari kedua hal tersebut kita dapat menggali jutaan informasi yang sangat bermanfaat dalam mengenali kepribadian, karakter, potensi dan informasi lain untuk pengembangan diri. Apa hubungannya guratan sidik jari dengan otak ?

PERTAMA, SETIAP INDIVIDU MANUSIA MEMILIKI SIDIK JARI YANG BERBEDA, bahwa jika sidik jari setiap manusia unik, maka komposisi otak setiap manusia dengan sendirinya juga unik. Sidik jari merupakan wajah sistem syaraf, dimana otak adalah pengendali sistem syaraf di seluruh tubuh sehingga sidik jari dengan sendirinya terhubung dengan otak secara langsung.

KEDUA, jumlah garis pada setiap jari mencerminkan kapasitas bagian otak tertentu. Dengan metode Ridge Counting, jumlah garis yang ada diantara delta dan core sidik jari pada setiap jari dapat diketahui. Dari hasil penghitungan itu yang berupa jumlah garis di setiap jari dapat disimpulkan ukuran otak masing-masing bagian. Hasil ridge counting inilah yang kira-kira sama dengan hasil analisis bentuk kepala kita.

Rumus Fenotip
Apa sih rumus dari 100% = Genetik 20% + Lingkungan 80% ?
Setiap manusia memiliki genetiknya masing-masing yaitu 20%, dan lingkungan yang sering kita temukan lalu menjadi aktivitas sehari-hari yang dapat membuat kita tertempa, menempati posisi tertinggi sekitar 80% dalam pengembangan diri.

Perlu diingat bahwa 20% yang kita miliki di bagian genetik sangatlah menentukan juga loh, hal itu mirip dengan “Hukum Dari Yang Sedikit (Law Of The Vital Few) dimana yang sedikitlah yang dominan/penentu.”

STIFIn disini berperan sebagai si pencari yang 20% ini. 20% yang ada pada diri kita secara lahiriah sulit sekali untuk kita ubah. Dengan konsep yang STIFIn berikan diniatkan sebagai amal kifayah untuk memudahkan manusia menemukan jalan SuksesMulianya. Sebagaimana seruan yang disebut 4 kali dalam Al Quran….i’maluu ‘alaa makaanatikum… atau berbuatlah sesuai dengan keberadaan-terbaikmu. Konsep STIFIn diharapkan menjadi bagian dari pencerahan agar manusia mampu menjalani keberadaan-terbaiknya. Siapa saja! Karena pada akhirnya fakta keseharian berbicara bahwa lebih mudah menggunakan pendekatan ala STIFIn yaitu sistem operasi dominan disyukuri, sedangkan kecerdasan yang bukan sistem operasi dibiarkan berkembang secara alamiah dan dijalankan dengan kombinasi yang seimbang.

Susunan Otak Manusia
Paul Maclean
STIFIn
Neokortex (Insani)
Lobus frontal (intelektual)
Lobus ovipetal (interpretasi visi)
Lobus parietal (sensorik dan asosiasi)
Lobus temporal
(memori dan audit)
Kanan : Intuition
Kiri : Thinking
Limbik (Mamalia Brain)
Girus singuli
Vertical lateral
Ganglia basal
Putamen
Amigdala
Hipokampus
Thalamus
Hypothalamus
Kelenjar hipofisis
Kanan : Feeling
Kiri : Sensing
Hindbrain (Reptilian Brain)
Corpuskolosum
Mid brain
Pons
Medulla
Cerebellum
Spinal/batang otak
Intinct

Pada otak tengah sangatlah berbeda, tidak seperti neokortex dan limbik. Otak tengah tidak lah mengumpul, melainkan menyebar di satu wilayah yang disebut wilayah kelompok otak tengah, lalu menyebar panjang hingga ke bawah bersambung dengan susunan syaraf pusat hingga ke tulang ekor.


STIFIn Intelligent
Sensing
"Kecerdasan Inderawi"
praktis, konkret, sesuai jangkauan panca indra

Thinking
"Kecerdasan Berpikir“
mengandalkan pikiran logis, obyektif, & efektif

Intuition
"Kecerdasan Indra Keenam"
berpikiran jangka panjang, optimistis, terkonsep

Feeling
"Kecerdasan Perasaan"
andalkan perasaan, mengutamakan rasa

Instinct
"Kecerdasan Indra Ketujuh"
spontan, pragmatis, rela berkorban

Perbedaan MK Dan Persamaan MK
Thinking : logis, objektif tapi raja tega (manager)
Intuiting : kreatif, koseptor tapi asocial (pencipta)
Sensing : rajin dan ulet tapi suka senang-senang (peniru)
Feeling : pandai berempati tapi mata keranjang (leader)
Intuiting : Buas, kesalehan yang tinggi (serba bisa)

sensing dan intuiting mempunyai kesamaan, yaitu sama sama berada pada diagonal produksi. Mereka memproduksi ide atau sesuatu inovasi yang dapat mereka tuangkan, akan tetapi orang intuiting mereka lebih menciptakan sesuatu dengan original, akan tetapi jika sensing lebih meniru dari hal yang sudah ada, setelah itu ia kombinasikan dengan ide satu dengan ide yang lainnya. 

Sedangkan feeling dan thinking mempunyai kesamaan yaitu berada pada diagonal organisasi, artinya mereka lebih menyukai hal-hal organisasi. Thinking mengorganisasikan dengan kepala dalam bentuk managerialship. Thinking sebagai manager. Lalu Feeling mengorganisasikan dengan hati dalam bentuk leadership. Feeling sebagai leader. Anda pasti bisa melihat perbedaan antara seorang manager dengan seorang pemimpin kan? Manager mementingkan proses dan hasil, pemimpin mementingkan manusia dengan emosinya.

Karakter MK
Sensing
• Berpijak pada yang nyata dan actual
• Mengolah infomasi berdasarkan panca-indra
• Lebih berminat pada aplikasi praktis
• Faktual dan memperhatikan detail
• Menguraikan peristiwa secara urut
• Orientasi pada masa kini
• Menyerap gagasan secara bertahap
• Menyukai kesempatan untuk praktik
• Mengandalkan pengalaman
• Pola bicara yang jelas dan teratur
• Pikiran yang terangkai satu demi satu, diikuti yang lainnnya
• Berpikir linear, menggunakan fakta dan contoh yang jelas
• Menggunakan bahasa sebagai alat komunikasi
• Lebih memahami tubuhnya
• Menyukai cerita non-fiksi
• Tertarik pada pekerjaan yang membutuhkan kepraktisan
• Mengingat masa lalu dengan akurat
• Cenderung mendengar sampai lengkap
• Langsung menuju sasaran
• Memasukkan detail dan fakta

Thinking
• Lebih sering menggunakan pikiran
• Memecahkan masalah secara logis
Though-minded
• Menggunakan hubungan sebab-akibat
• Melakukan analisis tanpa mempertimbangkan pribadi
• Menghargai sesuatu yang masuk akal
• Adil, keputusannya didasarkan pada kriteria yang objektif
• Dingin, menjaga jarak dengan orang lain
• Tampak seperti tidak peka
• Berargumen dan berdebat sebagai pemikir kritis
• Jarang bertanya bila waktu tidak memungkinkan
• Menunjukkan data
• Memberikan pujian yang formal
• Memiliki ketegasan menuntut hak
• Menggunakan bahasa yang tidak pribadi
• Percaya diri mengatas-namakan diri sendiri
• Lebih kritis membenahi pekerjaan

Intuiting
• Perhatiannya pada gambaran umum
• Mengolah informasi berdasarkan intuisi
• Lebih berminat pada pemahaman imajinatif
• Abstrak dan teoretis
• Melihat pola dan makna
• Orientasi pada masa depan
• Mulai dari mana saja
• Menyukai kemungkinan untuk berdaya cipta
• Mengandalkan inspirasi
• Pola bicara beragam, menggunakan banyak kalimat perbandingan
• Memiliki pikiran yang berputar, tetapi terpola
• Figuratif, menggunakan analogi dan metafora
• Menggunakan bahasa untuk mengekspresikan diri sendiri
• Memberi ruang alternatif, dan tidak cepat menyimpulkan
• Tertarik pada pekerjaan yang melibatkan kreativitas
• Menyukai cerita fiksi
• Berbicara hanya hal-hal besar dan strategis
• Cenderung sering menyelesaikan kalimat orang lain
• Tampak intelek dan berkelas

Feeling
• Lebih sering menggunakan perasaan
• Ingin menyenangkan orang lain
• Mencari keharmonisan
• Ingin selalu memimpin
• Pertimbangannya berdasarkan kasih sayang
• Menghargai orang lain
• Mengambil keputusan dengan mempertimbangkan akibatnya terhadap orang lain
• Hangat dan ramah kepada orang lain
• Pandai berempati
• Bertanya jika memungkinkan
• Menghindari argumen, konflik, dan konfrontasi
• Perasaan mereka mudah sakit dan dendam
• Memulai dengan pembicaraan kecil
• Mampu menunjukkan kekaguman dan emosional
• Kurang memiliki ketegasan menuntut hak
• Menggunakan banyak kata-kata berharga
• Sering menggunakan nama orang lain
• Bekerja sama di komunitas sosial dengan baik

Insting
• Bereaksi secara spontan
• mengolah informasi menggunakan naluri
• Lebih berminat memberikan kontribusi
• Pragmatis, tetapi memiliki insight
• Mengingat hal-hal yang berkesan
• Orientasi pada mencari kebahagiaan
• Menyerap informasi secara generalis
• Menyukai kesempatan untuk berperan serta
• Mengandalkan pertimbangan holistic
• Pola bicara yang pendek, ya dan tidak
• Pikiran sederhana, polos, dan tidak aneh-aneh
• Berpikir spontan dan ad hoc
• Menggunakan interaksi impersonal
• Keterampilan serba-bisa
• Menyukai pekerjaan sosial menolong orang
• Tidak suka konflik
• Traumatik dengan kejadian yang menyakitkan
• Mudah beradaptasi
• Menjadi penghubung untuk mendamaikan
• Sangat to the point

Tes STIFIn juga sangat membantu dalam pemetaan potensi genetik manusia terutama bakat terutama bakat dan minatnya tidak terkecuali Anak Berkebutuhan Khusus. Nah, pertanyaannya adalah bagaimana dengan anda..? Apakah sudah tahu dan paham sebenarnya Tuhan menciptakan diri kita sebagai apa…? Apakah anda sudah menemukan “karpet merah” kesuksesannya anda…? Baik sebagai orangtua, pebisnis, profesi, atau pun yang lain. Ataukah anda masih galau dengan pemilihan jurusan ketika akan kuliah…? Ataukah anda yakin bahwa pasangan anda adalah pasangan yang ideal…? Yuks, kita temukan jawabannya melalui Tes STIFIn. Cukup di scan kesepuluh jari tangan kita hanya dalam waktu 5 menit maka akan sudah menemukan jawabannya. Silahkan menghubungi Pihak Naira Puri Kencana. Pertemuan disesuaikan dengan perjanjian.

Disarikan oleh Dr.Benny Al Farisi – Konsultan Terapis
Diambil dari website resmi; www.stifin.com





No comments:

Post a Comment